|
I |
nspirasi seperti inilah
yang dibutuhkan oleh remaja kita hari ini, sebuah semangat pelopor yang hilang
dan susah untuk kembali. Ketika sebagian besar remaja kita justru larut dalam
dalam budaya “ikut-ikutan”. Mereka tidak lagi punya nyali untuk menjadi diri
sendiri. Cara berpikir mereka diatur, cara pakaian dan penampilan diatur, dan
bahkan bagaimana cara dia memandang dunia ini juga diatur oleh peradaban orang
lain.
Akhirnya
jiwanya menjadi kerdil, mudah patah meski belum banyak melangkah, mudah mundur,
mudah hilang semangat meski belum banyak tantangan. Mereka lebih banyak menjadi
konsumen daripada produsen, lebih suka menjadi pengikut daripada orang yang
diikuti.
Remaja
seperti ini perlu dibangkitkan, perlu dicarikan solusi, harus diyakinkan bisa
menjadi bagian dari perubahan dan mengambil posisi terdepan.
Pemuda
mempunyai pesona masa yang luar biasa. Tapi seringkali pesona indahnya bukan
untuk kebajikan, namun justru sering terlena oleh dunia. kamu-kamu yang masih
muda harus tahu bahwa di saat inilah kalian harus menyegerakan diri menjadi
pemuda yang berharga, yang luar biasa. Yang semangatnya senantiasa membara,
karyanya menggelegar, ketangguhannya menyurutkan lawan, optimis nya meruntuhkan
setiap halangan, dan segala amaliahnya menghadirkan inspirasi bagi orang
disekitarnya.
Karena
engkau adalah seorang Muslim, yaitu sosok yang senantiasa memberi keteladanan
dan penebar kebaikan, dengan satu misi untuk membuktikan bahwa Islam adalah
rahmat bagi seluruh alam.
Ada
berita mengelikan sekaligus membingungkan. PBB mengartikan anak kecil sebagai
manusia yang belum berusia 18 tahun. Sedangkan Islam mengartikan bahwa anak
kecil adalah mereka yang belum Baliqh (ditandai dengan mimpi basah bagi
laki-laki, dan Haid bagi perempuan) dengan kata lain masa kanak-kanak telah
hilang kdi usia 9-15 tahun. Jadi ketika itu predikatnya sudah menjadi pemuda.
Dalam Islam pergantian status ini mengandung sederet konsekuensi yaitu
bertanggung jawab atas perbuatan, ucapan dan cita-citanya. Bertanggung jawab
kepada siapa? Tentunya kepada Allah SWT.
Mari
kita sejenak berkenalan dengan pemuda Islam pengukir sejarah
Inilah
dia, dia bernama Zubair bin Awwam. Dia adalah teman diskusi Rasulullah, anggota
pasukan berkuda yang pantang lari jika musuh menghadang, dan pemimpin akwah
Islam di zamannya. Dan umurnya barulah 15 tahun kala itu.
Atau
sebutlah nama lain seperti Thalhah bin Ubaidillah. Dia adalah seorang pembesar
utama di Makkah. Terkenal dengan julukan Singa podium, tentara yang berani dan
piawai, donatur tetap infaq fisabilillah. Dia dijuluki Rasulullah “Si Pohon
Kebaikan” dan tahukah umurnya baru 16 tahun kala itu.
Getarkan
juga lidahmu ketika menyebut sosok ini, Sa’ad bin Abi Waqqosh. Beliau yang
pertama mengalirkan darahnya untuk Islam. waktu perang Uhud ia harus menjadi
tameng Rasulullah. Dia membuktikan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya, beliau
baru berumur 16 tahun kala itu.
Menunduk
malulah ketika menyebut nama Al-Arqam bin Abi Arqam. Rumahnya menjadi markas
dakwah Rasulullah. Padahal kabilahnya adalah Bani Makhzum, pimpinan Abu Jahal
yang dijuluki Fir'aun masa Rasulullah. Al-Arqom pasti tahu segala risiko dari
perbuatannya. Tapi iman telah menghujam dada dan menuju kemenangan dakwah.
usianya baru 16 tahun kala itu.
Dan
bercerminlah kepada Zaid bin Tsabit. Ia hanyalah bocah 13 tahun kala masuk
Islam. Tapi ia menjadi penerjemah di Daulah islamiyah dan perwakilan tetap di
setiap pertemuan antar negara.
Kita
juga akan menemukan nama Usamah bin Zaid. Ia adalah panglima pasukan termuda
dalam sejarah Islam, kala itu ia baru berusia 18 tahun. Ia berhasil menjadi
pahlawan ketika perang melawan pasukan Romawi.
Dan masih banyak lagi pemuda luar biasa di zaman Raslullah.
Alangkah
susahnya menjumpai pemuda yang mempunyai prestasi hebat dalam amaliah Islam
pada zaman now seperti sekarang. Karena sekarang dunia Islam minim sosok pemuda
yang minim cacat akhlaqnya, juga minim cacat moralnya. Karena seharusnya sosok
pemuda Muslim adalah penebar keteladanan baik personal maupun jama'ah. Untuk
itulah seorang pemuda Muslim harus selalu berada di garis depan dalam
perjuangan menegakkan kalimat Allah. jangan jadi yang belakang apalagi tidak
ikut barisan.
“Benih-benih
kejahatan sedang berkembang pesat, tetapi bibit kebaikan pun berbuah lebat.
Walaupun batang pohon kejahatan tumbuh dan berkembang sangat cepat, namun
akarnya tidak ikut tertancap. Walaupun batang pohon kebaikan tumbuh sangat
lambat dan
perlahan-lahan, tapi akar-akarnya menancap ke Bumi, daunnya rindang batangnya
tinggi ke angkasa, melindungi panas dan hujan. Pohon yang pertama cepat
tumbuhnya, pohon yang kedua akan kekal bertahan”. (Sayyid Quthb).
By : Nizar Z. Alhilal




0 komentar:
Posting Komentar