Lembaga Dakwah kampus Unit Kegiatan Kajian Islam

Selasa, 13 Oktober 2020

Jadilah Yang Pertama Dalam Kebaikan

 


 

I

nspirasi seperti inilah yang dibutuhkan oleh remaja kita hari ini, sebuah semangat pelopor yang hilang dan susah untuk kembali. Ketika sebagian besar remaja kita justru larut dalam dalam budaya “ikut-ikutan”. Mereka tidak lagi punya nyali untuk menjadi diri sendiri. Cara berpikir mereka diatur, cara pakaian dan penampilan diatur, dan bahkan bagaimana cara dia memandang dunia ini juga diatur oleh peradaban orang lain.

Akhirnya jiwanya menjadi kerdil, mudah patah meski belum banyak melangkah, mudah mundur, mudah hilang semangat meski belum banyak tantangan. Mereka lebih banyak menjadi konsumen daripada produsen, lebih suka menjadi pengikut daripada orang yang diikuti.

Remaja seperti ini perlu dibangkitkan, perlu dicarikan solusi, harus diyakinkan bisa menjadi bagian dari perubahan dan mengambil posisi terdepan.

Pemuda mempunyai pesona masa yang luar biasa. Tapi seringkali pesona indahnya bukan untuk kebajikan, namun justru sering terlena oleh dunia. kamu-kamu yang masih muda harus tahu bahwa di saat inilah kalian harus menyegerakan diri menjadi pemuda yang berharga, yang luar biasa. Yang semangatnya senantiasa membara, karyanya menggelegar, ketangguhannya menyurutkan lawan, optimis nya meruntuhkan setiap halangan, dan segala amaliahnya menghadirkan inspirasi bagi orang disekitarnya.

Karena engkau adalah seorang Muslim, yaitu sosok yang senantiasa memberi keteladanan dan penebar kebaikan, dengan satu misi untuk membuktikan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.

Ada berita mengelikan sekaligus membingungkan. PBB mengartikan anak kecil sebagai manusia yang belum berusia 18 tahun. Sedangkan Islam mengartikan bahwa anak kecil adalah mereka yang belum Baliqh (ditandai dengan mimpi basah bagi laki-laki, dan Haid bagi perempuan) dengan kata lain masa kanak-kanak telah hilang kdi usia 9-15 tahun. Jadi ketika itu predikatnya sudah menjadi pemuda. Dalam Islam pergantian status ini mengandung sederet konsekuensi yaitu bertanggung jawab atas perbuatan, ucapan dan cita-citanya. Bertanggung jawab kepada siapa? Tentunya kepada Allah SWT.

Mari kita sejenak berkenalan dengan pemuda Islam pengukir sejarah

Inilah dia, dia bernama Zubair bin Awwam. Dia adalah teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda yang pantang lari jika musuh menghadang, dan pemimpin akwah Islam di zamannya. Dan umurnya barulah 15 tahun kala itu.

 

Atau sebutlah nama lain seperti Thalhah bin Ubaidillah. Dia adalah seorang pembesar utama di Makkah. Terkenal dengan julukan Singa podium, tentara yang berani dan piawai, donatur tetap infaq fisabilillah. Dia dijuluki Rasulullah “Si Pohon Kebaikan” dan tahukah umurnya baru 16 tahun kala itu.

Getarkan juga lidahmu ketika menyebut sosok ini, Sa’ad bin Abi Waqqosh. Beliau yang pertama mengalirkan darahnya untuk Islam. waktu perang Uhud ia harus menjadi tameng Rasulullah. Dia membuktikan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya, beliau baru berumur 16 tahun kala itu.

Menunduk malulah ketika menyebut nama Al-Arqam bin Abi Arqam. Rumahnya menjadi markas dakwah Rasulullah. Padahal kabilahnya adalah Bani Makhzum, pimpinan Abu Jahal yang dijuluki Fir'aun masa Rasulullah. Al-Arqom pasti tahu segala risiko dari perbuatannya. Tapi iman telah menghujam dada dan menuju kemenangan dakwah. usianya baru 16 tahun kala itu.

Dan bercerminlah kepada Zaid bin Tsabit. Ia hanyalah bocah 13 tahun kala masuk Islam. Tapi ia menjadi penerjemah di Daulah islamiyah dan perwakilan tetap di setiap pertemuan antar negara.

Kita juga akan menemukan nama Usamah bin Zaid. Ia adalah panglima pasukan termuda dalam sejarah Islam, kala itu ia baru berusia 18 tahun. Ia berhasil menjadi pahlawan ketika perang melawan pasukan Romawi.  Dan masih banyak lagi pemuda luar biasa di zaman Raslullah.

Alangkah susahnya menjumpai pemuda yang mempunyai prestasi hebat dalam amaliah Islam pada zaman now seperti sekarang. Karena sekarang dunia Islam minim sosok pemuda yang minim cacat akhlaqnya, juga minim cacat moralnya. Karena seharusnya sosok pemuda Muslim adalah penebar keteladanan baik personal maupun jama'ah. Untuk itulah seorang pemuda Muslim harus selalu berada di garis depan dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah. jangan jadi yang belakang apalagi tidak ikut barisan.

“Benih-benih kejahatan sedang berkembang pesat, tetapi bibit kebaikan pun berbuah lebat. Walaupun batang pohon kejahatan tumbuh dan berkembang sangat cepat, namun akarnya tidak ikut tertancap. Walaupun batang pohon kebaikan tumbuh sangat lambat  dan perlahan-lahan, tapi akar-akarnya menancap ke Bumi, daunnya rindang batangnya tinggi ke angkasa, melindungi panas dan hujan. Pohon yang pertama cepat tumbuhnya, pohon yang kedua akan kekal bertahan”. (Sayyid Quthb).

 

By : Nizar Z. Alhilal

 

0 komentar:

Posting Komentar