Mahasiswa Dambaan Umat
Assalamu’alaikum, Sobat mahasiswa. Selamat datang di dunia kampus. Selamat datang para calon intelektual harapan umat.
Alhamdulillah pada kesempatan ini, LDK UKKI bisa menyapa Sobat melalui buletin dakwah yang kini hadir dengan nama baru, yaitu DNE (Dakwah Never Ending). Spesial buat kalian. Selamat membaca ya..
Pernah nggak sih kalian ngerasain sakit tapi nggak berdarah, Sob? Aku tebak pasti pernah nih, hehe. Contohnya putus cinta yaa kan? But, kali ini kita ngga akan ngomongin tentang cinta-cinta-an nih, Sob.
Ada hal yang lebih penting yang musti Sobat tau. Sebagai mahasiswa, Sobat akan menjalani kehidupan dunia kampus yang singkat dan dinamis.
Beragamnya pemikiran, life style, pengaruh lingkungan yang berkembang dikampus adalah tantangan besar yang dihadapi mahasiswa.
Untuk menghadapinya mahasiswa harus berpegang teguh pada petunjuk hidupnya yaitu agama. Terlebih pada masa sekarang dimana mahasiswa dalam pusaran perang.
Perang tapi ga berdarah, gimana tuh maksudnya?
Iya, perang yang bukan perang fisik, Sob. Tapi perang pemikiran atau dalam Bahasa Arab dikenal sebagai Ghazwul Fikr.
Secara istilah, Ghazwul Fikr adalah penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna mengubah, menghilangkan, dan menodai aqidah kaum muslim dengan cara-cara yang halus dan tak kasat mata.
Sehingga sulit bagi muslim untuk membedakan mana haq mana bathil. Mana haram mana halal. Mana salahmana benar. Mana yang dimurkai mana yang diridhoi Allah SWT.
Tau ga Sobat, bentuk serangan pemikiran ini sudah sangat lama digencarkan pada kaum muslimin. Dan makin digencarkan saat ini melalui 5F 1S (Fun, Fashion, Food, Film, Faith, and Sing).
Masih inget nggak Sob, Fenomena Citayam Fashion Week yang viral kemaren? Nah, itu merupakan salah satu bentuk dari perang pemikiran yang digencarkan kepada anak muda melalui konsep fun n fashion.
Kalau kita lihat banyak banget kan disana fashion yang tidak sesuai syariat. Kawula muda berkumpul bersama, ikhtilat sesama lawan jenis tanparasa malu. Hmm... emang sebenarnya apa sih yang mereka cari? Let's have fun! Itulah prinsipnya.
Kini kita juga bisa melihat begitu banyak macam makanan yang seolah prestisius namun tanpa memperhatikan konsep halal dan thayyib. Para kawula muda terbius bahwa menjadi penikmat resto/kafe adalah sesuatu yang keren.
Banyak sekali cara serangan pemikiran untuk menggeser orientasi hidup ini, mulai dari disebarluaskannya musik yang melenakan, film-film dan tontonan yang tidak mendidik dan merusak aqidah, konser-konser yang jauh dari Islam, invasi Korean Wave dan banyak lagi lainnya. Semua dikerahkan untuk mempengaruhi umat Islam.
Nah, itulah perang pemikiran yang digencarkan pada kaum muslimin agar kita semakin jauh dari agama.
Bisa kita lihat kan sob, perang pemikiran emang ada. Tapi parahnya nih nggak semua umat muslim tau kalo kita lagi diserang secara pemikiran. Alhasil mereka juga nggak sadar kalo mereka udah mulai meninggalkan Islam secara perlahan.
Ditambah lagi pemikiran-pemikiran asing terutama yang berasal dari Barat yang terus berupaya ditanamkan dalam pemikiran kaum muslimin, seperti : Kapitalisme, Komunisme, Pluralisme, Feminisme dan Sekulerisme yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam.
Sekularisme ini sendiri adalahpaham yang memisahkan agama dari kehidupan. Dengan kata lain Sekularisme mengajarakan umat beragama untuk tidak menunjukkan jati diri beragamanya di depan umum.
Otomatis muslim nggak mau lagi nih menerapkan seluruh syariat islam dalam kehidupannya. Mereka memilih-milih syariat mana yang bisa dikerjakan dan mana yang bisaditinggalkan.
Padahal Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Syariat Islam tidak hanya mengatur masalah individu saja
eperti :sholat, zakat atau puasa semata.
Namun Islam mengatur berbagai hal, dari bangun tidur sampai bangun negara. Semua ada aturannya dalam Islam dan seorang muslim harus melaksankan semuanya.
Allah SWT berfirman, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian." (Qs. Al-Baqarah : 208).
Nah, Sobat, sebagai Mahasiswa Muslim, jangan sia-siakan potensi yang kita punya. Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar,menempadiri dengan tsaqofah Islam, berdakwah menyadarkan umat agar terbebasdari perang pemikiran yang menjauhkan kita dariIslam.
Serta terus berkarya mengusung perubahan sebelum masa muda hilang ditelan usia. Bergegaslah menjadi mahasiswa dambaan umat. Semangat Sobat!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





0 komentar:
Posting Komentar